Jumat, 23 Mei 2025

Let's Be Human

 Lets ngomongin kehidupan lagi. Hello again myself di usia 33 menuju 34, awesome life. Aku lagi pengen ngomong di usia ini aku kayak di titik discovering my life journey. Sebenarnya my journey alhamdulillah baik-baik saja dan tidak ada yang wow haha. Terima kasih ya Allah. Cuman aku mengalami gagal di banyak hal dan titik terendahku adalah aku dimutasi ke direktorat teknis, which is bagiku cukup berat ya hiks. Di mata my boss aku dinilai mampu untuk tour duty dan memang kalau berpikir rasional this is good opportunity for my career dan bahkan my boss mengajukan aku sebagai talent yang artinya aku harus siap untuk mengembangkan diri. Tapi tapi tapi aku kebanyakan tapi haha. Aku ingin menangis huhu. Aku lelah. Aku ingin jadi manusia biasa. Aku tidak suka bersaing, aku adalah si plegmatis pecinta damai. I just want to be human. But i have to survive in my journey huhu. Tapi sebenarnya banyak hal-hal baru yang aku dapatkan, i'm glad too. Dan di sini aku punya teman maybe considered as brother yang pintar, humble dan baik hati yang bantu aku buat memahami hal-hal yang aku roaming haha. Terima kasih banyak, grateful to meet you again, terima kasih sudah support aku. Actually your support mean a lot to me. Semoga Allah balas ya yang terbaik buat hidup kamu.

Minggu, 20 Agustus 2023

Sepenggal Lirik Rindu Yang Meradang

Gatau kenapa lagi seneng nyanyiin dan dengerin lagu ini, lagunya Syifa Hadju di film The Way I Love You tahun 2019. Penghayatannya di lagu ini bagus karena dia memerankan tokoh perempuan dalam film ini. Sepenggal nada dan liriknya yang betah ku ulang-ulang terus...

*******************************************

Ku tak tahu caranya... tuk mengungkapkan rindu ini

Biarlah rangkaian nada ini sampaikan... kepada dirimu

Rinduku yang tak terucap

Kamis, 01 Juni 2023

Halo

 Halo. Dah lama ga nulis. Sekarang jam 8.27 PM waktu Indonesia bagian Bekasi kecamatan Jatiasih kelurahan Jatiluhur kode pos 17425. Lagi bingung sama hidup pengen curhat. Di usia yang 31 tahun 10 bulan, menjelang 32 tahun huhu ternyata aku di titik yang ngerasa kehilangan arah. Gak tau mau ngapain dan mau kemana. Jujur pengen banget ada seseorang yang guide aku untuk menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan, seorang alin tamanna rahmani, supaya jelas arah tujuan hidupnya. Bingung banget aku tuh. Lebih tepatnya pengen menikah, punya suami dan rumah tangga, tapi takdir Allah belum mempertemukan aku dengan jodohku. Lagi menguatkan hati, hari demi hari supaya tetap sabar tetap lapang tetap menerima takdir Allah, dan yakin kalau Allah yang lebih mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi kepada hidup manusia. Tapi hikmah dari menunggu, aku jadi terbiasa bersyukur setiap bangun pagi dan tidak putus harapan dengan doa sama Allah agar aku dipertemukan dengan jodoh yang baik. Melihat realita sekarang dunia makin kacau, banyak perceraian dan perselisihan dalam rumah tangga, juga perselingkuhan dan KDRT, kayanya aku patut bersyukur masih dikasih waktu dan kesempatan buat terus doa dan terus belajar how to manage myself. Dari belajar buat cara berpikir yang positif dan rasional, mengenali dan mengelola emosi, mempelajari psikologis diri sendiri, dan belajar agama atau spiritual. Jujur sulit yah itu semua, dan aku rasa emang manusia tuh sepanjang hidupnya harus belajar sampai menjadi manusia yang baik dan benar, walau tidak bisa jadi sempurna. Karena kesempurnaan itu fana dan selalu bisa dibandingkan. 

Selain galau belom ketemu jodoh, aku juga galau di pekerjaan. Aku tuh sebenarnya gak ambisius, malah cenderung plegmatis yang kaya air mengalir. 

Kamis, 27 Agustus 2020

Menemukan Kembali Islam (Seeking for the Truth)

Selama pandemi Covid 19 dan menerapkan pola Bekerja dari Rumah, semakin banyak waktu luang yang bisa saya manfaatkan, mengerjakan pekerjaan rumah, mencoba memasak dengan panduan dari Youtube, menanam pohon di halaman, dan mempelajari Islam. Cerita menemukan kembali Islam dalam hidup saya yang tidak terduga karena tiba-tiba saja "mantan", bagian dari perjalanan kehidupan saya, menghubungi lewat obrolan Whatsapp. Kami bertukar cerita dan pandangan mengenai pandemi ini dan sampai ke tahap pembicaraan tentang kesendirian saya yang belum menikah. Bagian mengapa saya belum menikah bukan menjadi inti cerita ya, tapi dengan pembicaraan tentang ini, dia mendakwahi saya. Dia orang yang tegas dan sangat rasional pemikirannya. Saya kadang agak sebal dengan orang yang begini karena kerasionalannya kadang kurang peka dengan pemilihan kalimat kalau berbicara, tapi di sisi lain saya sebenarnya penasaran dengan pemikirannya. Saya percaya padanya karena saya mengenal dengan baik kepribadiannya yang jujur dan rasional, maka apa yang dia dakwahkan saya dengarkan dengan sebagian hati dan pikiran saya mengatakan dia tidak mungkin jahat terhadap saya (hati saya menerima), tapi sebagiannya mengatakan keraguan apakah yang dia katakan memang suatu kebenaran (hati saya menolak). Kebanyakan manusia, jika didakwahi apa yang benar (ibarat yang seharusnya dia lakukan sesuai dengan aturan tapi dia baru tahu aturannya, atau menurut pendapat dia-yaitu pikiran dan perasaannya-bukan seperti itu pemahaman aturannya, atau dia tahu aturannya tapi dia merasa berat melakukannya karena aturannya bertentangan dengan kondisinya), biasanya tidak mau mendengarkan (self defense mechanism). Karena sebenarnya kita takut dinilai salah oleh diri sendiri dan orang lain, dan juga takut berbuat salah karena ada konsekuensinya. Perumpamaannya, mungkin ada yang pernah dengar kutipan seperti ini "Setelah membaca buku tentang bahaya rokok bagi kesehatan, saya menjadi tahu bahwa merokok itu tidak baik. Maka dari itu, saya berhenti membaca buku."

Semenjak dia mendakwahi saya, saya jadi tiba pada suatu titik kesadaran diri bahwa mindset saya bermasalah. Saya bilang kepadanya terima kasih karena dia telah mengacak-acak otak saya (dalam artian yang positif untuk kembali ke mindset yang benar). Ternyata selama beberapa waktu ini saya berhenti memikirkan agama saya karena disibukkan dengan pekerjaan kantor yang beban kerjanya tinggi dan juga kuliah, pun disibukkan dengan teman-teman di kantor dan kuliah, dan juga pikiran saya terbebani dengan rutinitas perjalanan rumah-kantor-kampus-kost yang membuat saya merasa tidak punya waktu untuk memikirkan tentang agama karena terlalu lelah sehari-harinya. Maksudnya adalah saya merasa cukup dengan ibadah rutin, dan beberapa waktu lalu saya berusaha ingin memperoleh kedamaian spiritual, semacam rasa rindu kepada Allah, dengan menunaikan ibadah umrah dari hasil menabung sekitar setahun. Merasa puas, saya berhenti di situ. 

Dari kesibukan duniawi itu, saya tidak sempat untuk berpikir dalam tentang ketauhidan, tentang mencari ilmu agama, dan tentang mempertanyakan agama Islam. Setelah dia mengacak-acak otak saya, saya menjadi banyak bertanya tentang agama Islam kepada dia, dan dia mengutip Al-Quran. Dia bilang segala sesuatu harus ada dasarnya, dalam hal ini dasarnya kitab. Ketika dia berbicara A, bukan karena menurut pendapat/persangkaan dia A, tetapi karena kitab mengatakan A, dan A tersebut terbuktikan di dunia (melalui fenomena dan sains). Saya jujur saja sebagai Muslim belum membaca Al-Quran sampai selesai dari awal sampai akhir. Saya pernah membaca arti dari ayat-ayat (tadabbur) sampai beberapa surat saja, itu pun tidak dalam rangka mencari kebenaran, sisanya saya belum tahu dan hanya mendengar apa kata orang di media. Jadi saya banyak tidak tahunya daripada tahunya. Saya akui saya menyedihkan dan merasa malu sebagai seorang Muslim. Ini serius.

Suatu waktu kami sampai pada pembicaraan perbandingan agama. Dia mengirimkan tautan video Mufti Menk yang membicarakan tentang sosok penggambaran Yesus Al Masih (Nabi Isa A.S.) dan bunda Maria (Maryam ibunda Nabi Isa A.S.) dimana Mufti Menk bercerita bahwa suatu hari dia sedang berjalan di trotoar dan seorang anak kecil memanggilnya Yesus, karena sosoknya yang berjenggot dan memakai jubah (pakaian orang Arab) adalah mirip dengan penggambaran Yesus. Kemudian, dia juga mengatakan bahwa dalam penggambaran bunda Maria dalam Kristen diketahui bahwa sosoknya memakai tudung kepala dan baju yang longgar, yang mana kita melihat di sekitar kita wanita Kristen tidak berpenampilan seperti yang tercermin dalam sosok bunda Maria. Setelah saya pikirkan, memang benar ya seperti itu, bahkan  dulu saya bertanya dalam pikiran saya mengapa teman Kristen saya tidak berpakaian seperti biarawati. Namun saat itu saya berpikir, mungkin saja bagi biarawati itu ada semacam ketentuan dalam agama Kristen bahwa biarawati harus berpakaian seperti itu (memakai tudung kepala) sedangkan wanita kristen selain biarawati tidak perlu. Pemikiran itu berangkat dari pemikiran saya yang pernah mendengar bahwa bagi biarawati terdapat ketentuan tidak diperbolehkan menikah, jadi mungkin saja ada ketentuan khusus juga dalam berpakaian. Dan sudah cukup, saya merasa tidak perlu tahu dan berhenti saja sampai di situ. Buat apa mencari tahu yang tidak ada kaitannya dengan agama saya.

Saya rasa hampir sebagian besar Muslim di Indonesia tumbuh dibesarkan dengan keadaan yang majemuk berkaitan dengan pergaulan sosial dengan berbagai agama, dan bukan apa-apa karena negara kita pun mengakui 5 agama sebagai kepercayaan yang dianut masing-masing individu dengan sila pertama menyatakan Ketuhanan Yang Maha Esa. Keadaan majemuk itu konkretnya, dalam bertetangga, di sekolah, kampus, dan kantor hampir dipastikan kita berteman dengan semua orang dengan kemajemukan tersebut, dari situ kita pun menghindari untuk membicarakan agama. Bahkan terdapat pula ungkapan ambigu bahwa semua agama itu sama (yaitu mengajarkan kebaikan), sehingga kita tidak usah membeda-bedakan. Sesuatu yang patut disyukuri dari perbedaan (kemajemukan) kita dapat hidup berdampingan dan saling menghormati, tolong menolong, dan mencintai. Namun, agama dianggap sesuatu yang tabu untuk dibicarakan secara serius karena dianggap, sekali lagi penekanannya-dianggap, dapat menjadi penyulut perpecahan. Memang sangat sensitif makanya orang cenderung menghindari dan mungkin saja setan ikut bergabung dalam pembicaraan-pembicaraan agama sehingga hal tersebut menjadi sensitif (setan membisikkan emosi negatif dan hasutan kepada hati manusia) sehingga manusia kehilangan sikap rasionalnya (dengan mengedepankan emosional dibandingkan rasional). Pertanyaannya apakah benar agama menjadi jalan untuk perpecahan? Jika kita pikir secara rasional maka jawabannya tidak, kecuali jika kita berpikir secara emosional.

Lanjut lagi, saya menjadi tergerak untuk menonton video ceramah Mufti Menk, tentang kisah-kisah para Rasul. Waktu itu bulan Ramadhan dan saya benar-benar punya waktu yang banyak di rumah untuk menonton, saya merasa bahagia secara spriritual karena saya bisa menemukan da'i yang cerdas seperti beliau yang tadinya saya belum pernah menemukan cerita Nabi dan Rasul yang lengkap dan jelas urutannya serta apa hikmah dari cerita tersebut. Sejak saat itu saya mengerti bahwa nama-nama Nabi dalam Islam ada juga dalam ajaran agama lainnya yaitu Yahudi dan Nasrani dengan ejaan nama yang familiar yakni seperti nama kawan-kawan kita juga, Abraham, David, Yoshua, Yohanes, Jonas, Yesaya, Jacob, Noah dll. Dari menonton video the stories of the prophet oleh Mufti Ismail Menk, saya tersentuh dan terkesan dengan kisah Nabi Ibrahim A.S. Saya mengatakan ini padanya, dan dia menanggapi bahwa kisah Nabi Ibrahim memang ada di dalam 3 agama, yakni Islam, Yahudi dan Nasrani. Namun katanya dia sedih, karena kisah Nabi Ibrahim versi agama Yahudi dan Nasrani ternyata berbeda dengan Islam. Saya terkejut, dan bilang kepadanya saya belum siap mengetahui kisahnya dari sudut pandang agama lain, karena masih terkesannya saya dengan kisah Nabi Ibrahim A.S. Dia pun memberikan tautan video Nouman Ali Khan, yang berisi tentang ceramah/pidato bahwa ketika dia bertanya pada rabbi (istilah yang berarti pemuka agama dalam agama Yahudi) apa hikmah dari kisah Abraham menurut rabbi tersebut, jawaban rabbi tersebut adalah, "Kita jadi belajar dari Abraham bahwa, semakin dewasa (umur) kita, maka kita harus bisa berargumen dengan Tuhan." Bisa dibayangkan betapa out of the box-nya pemikiran yang demikian, yang sangat berlawanan dengan hikmah yang Muslim peroleh dari kisah Nabi Ibrahim A.S. yaitu justru memiliki hikmah (pelajaran) tentang ketundukan atau penghambaan seorang manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rabbi tersebut malah berpikir sebaliknya, yaitu berargumen dengan Tuhan yang dapat diartikan sebagai menantang, tawar-menawar, sampai dengan Tuhan membuktikan di depan matanya.

Saya pun jadi penasaran apakah kisah-kisah Nabi yang lain juga sama diceritakan di agama Yahudi dan Kristen? Karena tentunya kita ingin melihat benang merah dari kisah-kisah Rasul yang terjadi berdasarkan urutan kurun waktu sehingga dapat dikatakan kisah-kisah tersebut merupakan sejarah masa lalu sampai dengan kehidupan saat ini, dimana nama-nama Nabi yang disebut dalam agama Islam, Nasrani dan Yahudi banyak yang sama, tetapi bagian manakah yang berbeda sehingga saat ini umat Islam, Nasrani dan Yahudi menganut keyakinan konsep ketuhanan yang berbeda, padahal awal mula sejarahnya sama yaitu Nabi Adam A.S.

Kemudian melewati lebaran dan Idul Adha, di hari Idul Adha seorang kawan non Muslim mengirimi saya ucapan selamat Idul Adha, sejenak di pikiran saya terlintas apakah kawan saya ini memiliki keyakinan yang sama dengan keyakinan saya sehingga dia mengucapkan selamat Idul Adha. Sebagaimana Muslim meyakini Idul Adha sebagai suatu peringatan atas peristiwa Nabi Ibrahim A.S. yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Nabi Ismail A.S, yaitu anak kandungnya sendiri, dan keduanya dengan sikap ketundukan melaksanakan perintah Allah yang sangat berat itu. Makna peristiwa ini sangat dalam, yaitu sebagai contoh bagi umat Muslim suatu wujud ketaatan Nabi Ibrahim A.S. dan putranya Nabi Ismail A.S. yang berserah diri pada perintah dan ujian Allah, suatu sikap penghambaan manusia kepada Tuhan Penciptanya (menjadikan dirinya sebagai hamba Tuhan). Saya mengetahui hikmah yang indah ini dari video Mufti Menk yang sebutkan tadi tentang kisah Nabi Ibrahim A.S. Allah telah mengujinya dan mengangkat derajatnya sebagai Nabi, dan dari keturunannya dijadikan Nabi dan raja oleh Allah. Kembali pada ucapan selamat Idul Adha tadi, tentu saja membuat saya berpikir apakah kawan saya yang non Muslim berkeyakinan yang sama dengan saya, yang artinya kisah Nabi Ibrahim dan Ismail juga sama di dalam keyakinan agamanya? Dan tentu saja pertanyaan itu tidak saya tanyakan kepada kawan saya sebagai bentuk sikap menghargai, dan saya berdosa jika berprasangka negatif, akhirnya saya membalas pesannya dengan ucapan terima kasih, dan saya meneruskan kegiatan berpikir saya.

Saya semakin ingin tahu lebih jauh, kemudian saya mengajukan pertanyaan, bagaimanakah dengan orang Yahudi? Saya dulu hanya sebatas membaca saja dan kurang begitu paham tentang bangsa Yahudi, dan yang kita tahu sekarang mereka adalah orang-orang Israel, yang sedang memerangi negeri Palestina. Di Al-Quran, nama Yahudi dan Nasrani sangat familiar disebutkan namun untuk memahami lebih jauh dan menemukan benang merah yang menuju kebenaran, saya perlu mencari informasi yang lebih luas tentang Yahudi dan Nasrani. Dia menanggapi dengan sebuah tautan video, tentang seorang profesor Yahudi yang bercerita bagaimana dia bisa menemukan Islam. Saya pun menontonnya, silakan pembaca menontonnya sendiri karena video -video tentang mereka yang mencari kebenaran dan akhirnya memeluk Islam banyak tersedia di Youtube. Di situ lah saya juga menonton video- video dr. Zakir Naik tentang debat, ceramah dan dialog terbuka dengan umat non Muslim dan atheis. Saya tidak bisa berhenti menonton, sekaligus merasa terharu setiap saudara dan saudari non Muslim berdialog dan akhirnya menemukan kebenaran dan bersyahadat. Saya selalu menangis akan momen tersebut dan saya terbawa seperti masuk Islam lagi. Sejak itu pula saya jadi tahu bahwa di luar sana ada orang-orang beriman yang mencari kebenaran, di saat saya sendiri atau bisa saya bilang kami yang Muslim kebanyakan tidak mencari lagi karena telanjur nyaman. Itulah mengapa Allah selalu memanggil manusia dengan sebutan wahai yang beriman. Karena beriman itu tidak sesederhana sekadar beribadah saja tanpa keyakinan (tauhid) yang kuat di dalam hati, pikiran dan perilaku kita. Makna beriman sangat dalam, bahwa kita benar-benar menyembah satu Tuhan Yang Esa, hanya kepada-Nya kita bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada yang setara dengan Dia dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun.

Di dalam video dr. Zakir Naik juga membicarakan sains sebagai bagian yang terdapat dalam Al-Quran. Meskipun Al-Quran bukan buku yang berisi ilmu sains, namun Al-Quran berisi tanda-tanda Tuhan (signs). Ayat-ayat dalam Al-Quran juga ketika diuji secara scientific menyatakan tidak terdapat kontradiksi di dalamnya. Jika dilakukan studi perbandingan agama berdasarkan kitab sucinya, tujuannya adalah mencari persamaan dalam agama-agama, bukan perbedaannya. Melalui video dr. Zakir Naik yang membicarakan tentang kesamaan (makna) ayat-ayat Al-Quran, Bible, dan Wedha, dr. Zakir berujar bahwa semua kitab mengatakan hanya satu Tuhan yang berhak disembah, yaitu Allah, dan kitab-kitab tersebut mengandung ayat yang menubuatkan kedatangan Nabi terakhir sebagai utusan Allah, yaitu Nabi Muhammad SAW. Subhanallah, saya menangis takjub atas kuasa Allah yang menciptakan teka-teki dan kebenaran ini dengan maksud agar manusia mencari tahu tentang Tuhan. Saya semakin berpikir lagi, jika benar ayat-ayat itu ada di dalam kitab (Bible), mengapa umat Kristiani berkeyakinan yang lain, karena jika pesan/firman yang sama di dalam Bible logika kita mengatakan seharusnya keyakinan umat Kristiani adalah Tuhan Yang Satu, hanya Allah, dan Yesus bukanlah Tuhan melainkan Nabi utusan Tuhan, dan juga meyakini adanya Nabi penutup yang membawa kabar gembira (yang disebut penghibur dalam Bible) yang datang setelah Yesus yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan dari video dr. Zakir Naik tersebut saya juga jadi tahu bahwa sebenarnya dalam Bible dikatakan bahwa makan babi haram, minum alkohol haram, wanita harus memakai tudung kepala kalau tidak maka rambutnya dicukur habis, bersunat bagi laki-laki, beribadah dengan cara bersujud seperti yang dilakukan Yesus. Hal-hal ini dapat dikatakan sama seperti yang dilakukan Muslim dalam ajaran agama Islam. Namun yang menjadi pertanyaan saya, mengapa seakan ajaran itu hampir sebagian besar umat Kristiani tidak mempraktikannya? Jawaban yang saya dapatkan ialah karena ajaran/doktrin Gereja tidak sama dengan ayat Bible, dan terdapat pula kanonisasi Bible (ada 4 author) dan juga revisi Bible, serta terjemahan Bible dengan beberapa versi yang berbeda. Saya pun menemukan ternyata di luar negeri penelitian seperti tesis yang membahas kontradiksi Bible bahkan buku-buku zaman dahulu yang ditulis oleh orang Barat yang membahas tentang ini pun ada. Saya minta maaf harus mengatakan ini tetapi saya benar-benar serius mencari tahu atas dasar pertanyaan saya sendiri ketika memikirkan penyaliban Yesus, yaitu jika benar Yesus menurut Bible mati disalib untuk menebus dosa umat Kristiani, maka di manakah kuburannya. Saya berpikir di dalam Islam saya menganalogikan dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW, kebetulan pula saya sudah melaksanakan ibadah umrah dan berziarah ke makam beliau di Madinah yang disebut Raudhah, yang merupakan bagian dari Masjid Nabawi. Di Madinah juga terdapat makam keluarga Nabi yang dipelihara oleh pemerintah Arab Saudi untuk kepentingan umat Islam (ziarah dan napak tilas). Saya mencoba mencari tahu dengan mengetik di google, di manakah makam Yesus, dan saya mendapati informasi yang tidak meyakinkan (karena cerita yang simpang siur, misalnya tokoh perempuan yang diceritakan yaitu Maria Magdalena), silakan pembaca mencobanya sendiri untuk mencerna informasi yang tersedia dan berpikir dengan pikiran seorang yang beriman kepada Tuhan (jauh dari mengingkari dan mendustakan Tuhan).

Di sisi lain mengenai Yahudi yang saya ingin tahu kebenarannya, saya menonton sebuah video tentang konspirasi uang, dan sejarah keluarga Rothschild. Dulu, saya pernah membaca dalam Al-Quran terjemahan, di bagian belakangnya ada sejarah umat Yahudi yaitu anak-anak Nabi Yaqub A.S. yang berketurunan banyak dan disebut Bani Israel. Dalam Al-Quran, Allah mengutus Nabi kepada kaum Bani Israel agar mereka beriman. Namun kenyataannya sebagian dari mereka tidak juga beriman dan selalu mengingkari Allah, permisalannya mereka meminta Nabi untuk mengatakan (berdoa) kepada Allah agar Allah menurunkan/menunjukkan mujizatnya kepada mereka, jika Allah mengabulkannya maka mereka berjanji akan beriman, tapi setelah itu mereka tidak juga beriman, malah meminta yang lebih dari itu. Pada saat Allah memerintahkan Nabi Musa A.S. untuk menyeru kepada Bani Israel untuk memasuki wilayah (tanah Syam) dan berperang dengan tujuan untuk menjadikannya tempat tinggal dan mengelola kehidupan di wilayah itu, mereka menolak ajakan untuk ikut berperang dan menyuruh Nabi Musa sendiri (dan Allah) yang berperang, jika Nabi Musa A.S. telah berhasil memenangkan peperangan (atas pertolongan Allah) dan memasuki tanah tersebut maka kemudian mereka barulah akan ikut tinggal di situ. Saat ini seperti yang kita ketahui bangsa Israel yang disebutkan dalam Al-Quran dan juga Injil adalah nyata adanya, dan mereka saat ini memerangi penduduk Palestina (yang beragama Muslim) untuk menguasai wilayahnya yang menurut mereka adalah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka. Penduduk Palestina pun di sana sedang berjihad mempertahankan wilayah tempat tinggal mereka terutama mempertahankan Masjidil Aqsa jangan sampai berhasil dikuasai oleh Israel karena jika penduduk Palestina menyerah maka negara Israel akan menjajah dan menjadikan negara tersebut beragama Yahudi. Ini adalah satu tanda yang nyata dan kita bisa ikuti perkembangan beritanya bahkan Muslim Indonesia pun turut menyumbangkan hartanya untuk membantu penduduk Palestina sebagai usaha untuk berjihad harta di jalan Allah. Kembali ke cerita keluarga Rothschild, mereka adalah keturunan Yahudi yang merupakan tokoh legendaris pembuat sistem uang dan perbankan yang saat ini kita tahu sistemnya berlaku dan diterapkan secara global (seluruh dunia). Sebelum menonton video yang biasa disebut dengan "teori konspirasi" ini di Youtube, saya sudah pernah membaca buku tentang sejarah uang yang berjudul Satanic Finance. Judulnya mengerikan ya, tapi saya penasaran karena saya kuliah dan bekerja di bidang akuntansi sehingga bagi saya pengetahuan tentang uang dan sistem ekonomi perlu saya pahami. Mungkin pembaca bisa mencari tahu sendiri nantinya, namun saya hanya ingin mengulas sedikit tentang kejadian uang dan sistem perbankan yang saya tahu dari teori ekonomi yaitu awalnya dari barter berubah menjadi uang kertas, kemudian adanya bank yang berfungsi menyimpan uang (dalam bentuk tabungan dan deposito nasabah) dan menyalurkan uang (dalam bentuk kredit pinjaman kepada nasabah). Di dalamnya ada uang yang berbunga yang kita sebut riba. Di sini saya berpikir, jika berpedoman pada teori ekonomi menurut ahli ekonomi A, menurut ahli ekonomi B, dan lainnya memang semuanya bisa dijelaskan menurut pendapat/teori masing-masing. Namun di mana benang merahnya untuk menjawab teka-teki Yahudi, yang ada dalam Al-Quran bahwa Yahudi itu memusuhi Islam (sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang terhadap kamu sampai kamu mengikuti agama mereka-Al-Quran surat Al-Baqarah). Dalam cerita tentang keluarga Rothschild, mereka memiliki tujuan untuk menguasai perekonomian dunia melalui sistem perbankan, bagaimana awalnya uang kertas diciptakan sesungguhnya tidak sesederhana kalimat yang diajarkan di sekolah dulu "dari barter kemudian alat transaksi berubah menjadi uang kertas". Dan pahit memang ketika menyadari bahwa awal uang kertas tercipta itu karena riba, yaitu dengan meminjamkan emas kepada seseorang yang membutuhkan dan memintanya kembali dalam periode beberapa waktu kemudian dengan jumlah yang ditambah nilainya. Pada saat itu saya merasa tidak ada yang salah dengan hal ini, namun yang membuat saya tersadar adalah ketika mencoba mengubah untuk berpikir di sudut pandang/posisi si kaya satu-satunya, jadi permisalan kita punya 10 emas, kita pinjamkan ke masing-masing orang 1 emas kemudian setahun setelahnya kita minta masing-masing mengembalikan 2 emas, kita jadi makin kaya tanpa harus bekerja keras. Dan bandingkan jika kita pinjamkan dari 10 emas itu hanya ke 2 orang saja yaitu masing-masing 5 emas, kemudian kita minta mereka mengembalikan masing-masing 6 emas setelah setahun. Kira-kira lebih untung yang mana kah, meminjamkan ke 10 orang atau ke 2 orang? Keuntungan 10 emas pada kasus 1, dan keuntungan 2 emas pada kasus 2, sebenarnya adalah angka yang awalnya tidak pernah ada dan diciptakan sendiri oleh si kaya, karena sesungguhnya dia hanya punya 10 emas. Pola pikir materialistis seperti inilah yang menjadi dasar menjalankan sistem riba. Dan Allah secara terang-terangan melarangnya, yang baru saya sadari karena ini merupakan bentuk sifat ketamakan bagi si kaya memanfaatkan pihak yang lemah untuk menumpuk kekayaan yang akhirnya juga bisa menguasai pihak yang lemah yang ketergantungan pada orang kaya ini. Tanpa kita sadari ini terjadi di dunia dengan adanya World Bank dan IMF, juga lembaga internasional lainnya yang menyaru sebagai organisasi pemersatu bangsa untuk mewujudkan perdamaian dunia, yaitu PBB. Dari menonton video konspirasi tersebut yang paling saya rasa pahit adalah katanya keluarga Rothschild yang memprakarsai The Fed kemudian didukung World Bank dan IMF ini sangat senang untuk memberikan pinjaman kepada negara-negara (pemerintah, bukan swasta) karena negara memiliki jaminan untuk membayar utangnya, yaitu dengan menggunakan pajak yang dibayar oleh rakyat. Sehingga hampir dipastikan World Bank tidak akan rugi jika memberikan pinjaman kepada negara, justru negara-negara di dunia lah yang akan terus bergantung padanya. Betapa jahatnya pikiran mereka, dan semuanya makes sense, Yahudi menginginkan ini semua karena tujuannya adalah New World Order. Mereka ingin menjadikan seluruh dunia menjadi satu pemerintahan di bawah komando Yahudi yang beribukota di Israel. Untuk itu mereka berkonspirasi dengan setan, karena memang bagi keyakinan Yahudi sang mesias (penyelamat) yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya adalah Anti-Kristus. 

Tulisan ini mungkin jadi kelihatan mengada-ada tetapi jika kita berpikir dengan pikiran seorang yang beriman, kita punya kesadaran akan adanya hari akhir dan peringatan tentang peristiwa menjelang datangnya kiamat, dan juga tentang penciptaan manusia oleh Allah yang bermula dari Nabi Adam A.S. di mana setan tidak mau menuruti perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam A. S. kemudian setan bersumpah akan memalingkan manusia dari menyembah Allah dan Allah mengizinkannya, kita juga mengimani Al-Quran yang di dalamnya menceritakan bahwa Nabi Sulaiman A.S. diberikan mukjizat oleh Allah dengan menundukkan binatang dan jin kepadanya karena Nabi Sulaiman A.S.yang berdoa kepada Allah agar diberikan ampunan dan dianugerahkan kerajaan yang tidak jua dimiliki oleh siapa pun setelahnya, maka kita juga percaya adanya kaum setan atau iblis. Di antara percaya dan tidak percaya, tetapi nyatanya keberadaan setan pun disebutkan di kitab suci selain Al-Quran. Hal ini menuntun saya untuk mengetahui tentang kejadian Akhir Zaman juga menurut agama-agama, dan akhirnya mengetahui peristiwa-peristiwa yang ternyata semuanya memiliki benang merah, yaitu kedatangan Dajjal dan turunnya Nabi Isa A.S. Jika 80% perkataan dalam Al-Quran sejak 1400 tahun lalu berangsur-angsur sudah terbuktikan oleh ilmu sains (melalui penelitian dan fenomena), maka 20% sisanya merupakan hal-hal (gaib) yang belum terbuktikan pada masa sekarang, sehingga bagi manusia yang menggunakan akal pikirannya akan memercayai bahwa 20% perkataan dalam Al-Quran itu adalah kebenaran yang pasti terjadi berangsur-angsur sampai dengan Akhir Zaman dan setelah Akhir Zaman.

Saya sudah menulis banyak, tetapi sebenarnya masih banyak lagi yang belum tersampaikan dari tulisan ini. Saya mengharapkan kita semua selagi masih diberikan kesempatan hidup, untuk mencari kebenaran dari teka-teki hubungan antara agama, manusia dan peristiwa (sejarah) di dunia ini. Saya bukan seseorang yang ahli agama atau pintar, saya hanya mengandalkan berpikir dan mencari tahu, dan saya yakin bahwa saya menemukan kebenaran dalam agama Islam sebagai jalan keselamatan saya di dunia dan akhirat. Jika kita mencoba untuk membebaskan hati dan pikiran dari persangkaan, dan mencoba lebih banyak menggali tentang masing-masing agama dan juga fakta sejarah, kemudian mencoba berpikir dan menganalisis, Allah memberikan manusia kesempurnaan dari akalnya tentunya jangan sampai disia-siakan hanya karena kita malas untuk berpikir dan mencari tahu kebenaran. Semoga cerita saya bermanfaat bagi pembaca dan saya niatkan ini untuk memenuhi kewajiban dakwah saya sebagai seorang Muslim kepada teman-teman pembaca baik Muslim maupun non Muslim, dan apabila ada kesalahan dan membuat ketersinggungan saya mohon maaf sepenuh hati, yang baik dan benar datangnya dari Allah dan yang buruk dan salah datangnya dari saya sendiri. Semoga Allah selalu menuntun kita semua dalam perjalanan berpikir menemukan kebenaran. 

Kamis, 19 Maret 2015

For me, being a woman is the greatest gift from Allah. I just knew a little about woman in fiqh, and also in psychology. I am happy for understanding 'who' I really am. Although, our Creator knows the most about His creatures, we're often curious too about this-and-that-things about ourselves. Well, it's good to follow your curiosity, my friend said. Hehe.. Talking about women in fiqh, we now understand that we are different from men. Not that difference, i mean it's like talking about apple to orange. They're both are called fruit, but the apple are different from the orange, right?

Kamis, 11 September 2014

Senin, 05 Mei 2014

::10 AMALAN UNTUK MENJAGA KEIMANAN::


1. DZIKIR PAGI SORE ..
"Dan sebutlah (nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara diwaktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."(Q.S. Al-A'raf : 205)

2. RUTIN SHALAT DHUHA ..
"Pada pagi hari setiap persendian kalian diwajibkan sedekah, setiap ucapan tasbih itu bernilai satu sedekah, setiap kalimat tahmid itu bernilai satu sedekah, satu ucapan tahlil bernilai satu sedekah, satu ucapan takbir bernilai satu sedekah. memerintah yang ma'ruf satu sedekah, mencegah yang mungkar satu sedekah. Dan semua itu bisa diganti dengan dua raka'at shalat dhuha."(HR. Muslim)

3. SHALAT BERJAMA'AH TEPAT WAKTU ..
"Kalau saja manusia tahu pahala panggilan shalat dan shaf awal, kemudian mereka tidak bisa
mendapatkannya selain harus dengan mengundi, pasti mereka akan mengundi,"(H.R Muslim)

4. MENJAGA SHALAT RAWATIB ..
"Tidaklah seorang hamba melakukan shalat sunnah dengan ikhlas lillahi ta'ala setiap hari sebanyak 12 rakaat, melainkan pasti Allah akan membangunkan rumah di jannah."(H.R.Muslim)

5. MEMBACA AL QURAN ..
"Bacalah Al Qur'an karena sesungguhnya Al Qur'an akan datang sebagai pemberi syafaat bagi sahabatnya (orang yang rajin qira'ah
qur'an)." (H.R. Muslim)

6. BERUSAHA DALAM KONDISI SUCI ..
"Sesiapa yang berwudhu' dan membaguskan wudhu'nya, kesalahan-kesalahannya akan keluar dari jasadnya, bahkan sampai keluar dari ujung-ujung kukunya." (H.R. Muslim)

7. SEDEKAH HARIAN ..
"Seorang lelaki datang menemui Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam dan bertanya,"Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?"
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab,"Bersedekahlah saat kau dalam kondisi sehat,kikir, takut miskin, dan sedang berharap
menjadi kaya, tidak menunda sampai nyawa sampai di tenggorokan baru kau berkata,"Aku sedekahkan ini untuk si fulan segini," padahal itu
sudah menjadi bagian si fulan(ahli warisnya) (H.R. Bukhari)

8. MEMBACA BUKU ..
"Katakanlah(wahai Muhammad) adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"(Q.S. Az-Zummar)

9. ISTIGHFAR MINIMAL 100X ..
"Demi Allah, aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari." (H.R.Muslim)

10. WITIR SEBELUM TIDUR ..
"Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu
berkata,"Kekasihku (Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam) mewasiatkan padaku agar melaksanakan shaum tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha dan shalat witir sebelum tidur."(Muttafaq alaih)

- KUTIPAN DARI BONUS MAJALAH Ar risalah edisi 138 -

Sampaikanlah kepada orang lain, dan semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati Kita yang telah lama terkunci. Aamiin.

Sumber: google+ Motivasi Hidup

Mei

Hai Mr. Customs, sudah masuk bulan Mei. Kamu apa kabar? Masih tidak mau bicara padaku, ya? Maaf. Aku naif sekali ya. Dan aku lebih pemalu dari yang kau kira. Kalau kau tahu, aku mengumpulkan sejumlah keberanian untuk menyapamu lewat pesan. Aku ingin bicara jujur denganmu sebenarnya. Tapi aku malu sekali, sampai-sampai aku memutuskan untuk menangis saja daripada bicara. Kalau kau jadi dingin padaku seperti ini, sebenarnya aku sedih sekali. Aku ingin bertemu, tapi aku takut sekali. Ya sudah. Tidak semua perasaan harus dituruti. Semoga kamu hidup dengan baik.

Duniamu

Pengetahuanku tidak sampai seluas dunia. Aku tak tahu duniamu. Aku pusing membaca politik, konspirasi, teknologi, apalagi olah raga dan otomotif. Aku bahkan belum juga menyelesaikan soal matematika, menghitung volume kerucut. Aku lebih suka membaca hal-hal yang menyenangkan, yang tidak membuatku berpikir keras, yang tidak rumit. Aku suka membaca buku resep, buku puisi, buku-buku kewanitaan, kesehatan dan keluarga. Walaupun terkadang aku ingin tahu juga tentang duniamu yang sangat berbeda. Kalau begitu, boleh tidak, suatu hari nanti kau menceritakannya saja padaku dengan bahasamu biar aku mengerti bagaimana duniamu? Pasti sangat menyenangkan mendengarkanmu bercerita.

Kamis, 16 Mei 2013

Jarak


Tulisan Filsafat: "Jarak" oleh Mudji

P.S. : tulisannya ga kebaca di sini. 
mesti didonlot dulu gambarnya terus di-zoom. oke?

Kriteria

Kriteria. Why talk about criteria? Ga tau kenapa, apa gue yang salah jurusan kepo, selalu aja kepo gue di dunia maya berujung ke menikah-menikahan. Ya, sekadar buat pengetahuan aja sih hal-hal yang berbau nikah. Menikah, itu juga cita-cita terbesar gue. :') Tapi gue mah berdoa aja kapan dipertemukannya terserah Tuhan. Gak kepengen banget juga di usia 21 ini. Sekarang gue masih punya tanggung jawab ke orang tua, dan ke masyarakat. Dan tanggung jawab ke Tuhan, salah satunya dengan menikah. Haha kenapa balik lagi ih. Ya, gue belom tahu sebenarnya menikah itu seperti apa. Tapi entah kenapa wanita-wanita seusia gue dan dua tahun-an lebih tua dari gue kayak menebar kode-kode di jejaring sosialnya. Gue liatnya kayak kebelet menikah. Dan mereka seolah-olah mendambakan bahwa pernikahan adalah tentang romantisme dengan suami setiap harinya sampai tua dan ajal memisahkan. Hmm.. gimana tuh ya? Kalo mau realistis ya gak kaya gitu. Dan gue pikir, modal menikah itu agama sama kedewasaan berpikir dan bersikap. Menikah itu tentang masa depan. Dan ntar bukan cuma kamu dan pasangan kamu di naungan rumah tangga, tapi juga anak-anak. Justru perempuan lebih fokus ke situ. Makanya laki-laki dan perempuan yang memutuskan menikah itu baiknya sudah dewasa. Sudah bukan berpikir tentang nafsu semata, melainkan mendidik anak-anaknya. :') Itu pandangan gue sih, gatau benar atau gak. Masalah kemesraan, kalau suami cinta insya Allah suami bakalan mesra sama istri. Kalo istri sih ngikutin aja gimana suaminya. Karena sekali perempuan dicintai oleh pria, maka ia akan membalas cintanya seribu kali lipat. Hehe oke ini agak curhat. Tapi emang bener lho rulenya perempuan yang bilang: "To love means nothing, to be loved means something, to love each other means everything."

Eh iya nih malah belom ngomongin kriterianya. Banyaknya kode-kode bertebaran di jejaring sosial bikin gue mikir juga tentang kriteria calon suami idaman. Gue juga punya kriteria, tapi gue gak menebar kode karena gue pemalu #tapi nulis di sini :p. Biarin ga ada yang notice ini haha. Kalau sebagai perempuan biasa ya, gue pribadi ga punya kriteria khusus selain agama. Ya, agama dalam arti luas, jadi imam keluarga. Kalau harapan-harapan buat calon suami gue punya :D Harapan gue bisa berpasangan sama laki-laki yang mau mendengarkan gue, yang mengerti bahwa gue adalah makhluk yang diciptakan berbeda dari dia, yang mau jawab kalo gue tanya ini itu hehe, yang penyabar dan ga akan meninggalkan gue. Udah. Intangible yak kriterianya. Kalau perempuan-perempuan yang lain gue gatau, ada yang menilai fisik, ada yang menilai materi, ada yang benar-benar menilai agama, ada yang menilai popularitas, ya macem-macem. Kalo gue mah itu aja, menilai aset yang intangible, hatinya. :')

:)





Sabtu, 30 Maret 2013

Memaafkan

Setiap manusia di dunia pasti punya kesalahan
Tapi hanya, yang pemberani yang mau mengakui.
Setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa ksatria yang mau memaafkan.

Meng-Islamkan Akidah, Ibadah, dan Akhlak Kita


Sehabis membaca buku yang ditulis oleh Fathi Yakan dari Ikhwanul Muslimin berjudul Komitmen Muslim Sejati (Madza Ya'ni Intima'i lil Islam) di perpustakaan STAN. Beberapa catatan yang kubuat dari buku ini, tentang bagaimana kita, seorang Muslim menyadari apa itu Islam sebagai agama yang kita yakini. Beberapa dari kita, pemuda, tidak tahu dan tidak mencari tahu tentang hakikat menjadi seorang Muslim, dan yang paling beruntung di antaranya ialah yang mempertanyakan Islam dan mengetahui kebenarannya. Wallahu a'lam..
  
Meng-Islamkan Akidah

Memperteguh keyakinan, selaras pada tuntunan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah.

Meng-Islamkan Ibadah

1.       Ihsan dalam beribadah
Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya, jika kamu tidak bisa (seakan-akan) melihatNya, maka (sadarilah bahwa) Ia melihatmu. (Mutafaq alaih)

2.       Khusyuk dalam ibadah
Alangkah banyaknya orang yang berdiri melaksanakan shalat, tetapi yang diperoleh dari shalatnya hanyalah kelelahan dan kepayahan. (H.R. An-Nasa’i)

3.       Hati harus hadir sepenuhnya melepaskan pikiran dari sekeliling, yaitu kesibukan dan keinginan duniawi
Allah tidak akan melihat shalat yang dilakukan oleh seseorang yang hatinya tidak hadir di dalamnya bersama badannya. (Musnad Al-Firdausi, isnadnya dhaif)
“Shalat adalah bagian dari akhirat. Maka, jika kamu telah memasuki akhirat, kamu harus keluar dari dunia.”

4.       Dalam beribadah jangan pernah puas
Bertaqarub kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah nafilah.
“… HambaKu akan senantiasa bertaqarub kepadaKu dengan melakukan nawafil (ibadah-ibadah sunah) sampai Aku mencintainya. Dan apabila Aku sudah mencintainya, maka Aku akan menjadi telinganya yang dipakainya untuk mendengar, menjadi matanya yang dipakainya untuk melihat, menjadi tangannya yang dipakainya untuk memukul dan kakinya yang dipakainya untuk berjalan.”

5.       Melaksanakan qiyamulail (shalat malam) serta melatih diri untuk melaksanakan sampai terbiasa
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Q.S. Adz Dzariyat:17-18)
Di antara ibadah-ibadah sunah yang dianjurkan:
·         Qiyamu lail
·         Shalat Dhuha
·         Shalat Tarawih
·         Puasa Senin-Kamis
·         Puasa Arafah
·         Puasa Asyura
·         Puasa 6 hari di bulan Syawal
·         Puasa ayamul-bidh ( tanggal 13,14,15 di bulan Qamariah)
·         Itikaf

6.       Membaca dan merenungkan Al-Qur’anul Karim khususnya pada waktu fajar
“…sesungguhnya bacaan pada waktu fajar (shalat Subuh) itu disaksikan (oleh malaikat).” (Q.S. Al Isra’:78)
7.       Doa yang ma’tsur, yaitu di antaranya:
·         Menjelang tidur
·         Bangun tidur
·         Memakai dan melepas pakaian
·         Keluar dan masuk rumah
·         Berjalan ke masjid
·         Masuk dan keluar masjid
·         Mau makan
·         Selesai makan
·         Masuk toilet
·         Keluar toilet
·         Ketika bersetubuh
·         Ketika sulit tidur
“Ya Allah, bintang-bintang telah tenggelam, mata-mata telah terpejam, sedangkan Engkau Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk, tidak mengantuk dan tidak tidur, duhai Yang Maha Hidup dan Terus-menerus mengurus makhluk, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku.”
·         Selesai shalat
·         Ketika mengakhirii majelis
·         Menaiki kendaraan
·         Ketika melakukan safar
·         Ketika hujan turun
·         Mendengar suara halilintar
·         Hilal (awal bulan Qomariyah)
·         Mengucapkan selamat kepada pengantin
·         Melihat anak kecil
·         Ketika risau dan sedih
·         Membesuk orang sakit
·         Bertakziah
·         Ketika melaksanakan shalat jenazah

Meng-Islamkan Akhlak

1.       Bersikap wara’ (hati-hati) terhadap syubhat
“Tidaklah seorang hamba mencapai derajat orang yang bertakwa sampai ia meninggalkan apa yang tidak haram karena berhati-hati terhadap yang haram.” (H.R. Tirmidzi)

2.       Menahan pandangan (ghadhul bashar)
“Hendaklah kalian sungguh-sungguh menahan pandangan kalian dan memelihara kemaluan kalian, atau jika tidak, niscaya Allah akan menjadikan wajah kalian masam.” (H.R. Tirmidzi)

3.       Menjaga lidah
“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, bukan orang yang suka mengutuk, bukan orang yang berperangai keji dan bukan orang yang berbicara kasar.” (H.R. Tirmidzi)

4.       Malu (haya’)
“Sifat pemalu tidak suka turut campur dalam urusan orang lain, menahan pandangan, rendah hati, tidak meninggikan suara, menerima keadaan, dll.
“Hakikat malu adalah suatu karakter yang menyebabkan seseorang meninggalkan keburukan, mencegahnya dari tindakan melalaikan kewajiban/melanggar hak orang lain.”

5.       Pemaaf dan sabar
6.       Jujur
7.       Rendah hati
8.       Menjauhi prasangka, ghibah dan mencari cela sesama muslim (Q.S. Al Hujurat:12)
9.       Dermawan dan pemurah
10.   Menjadi teladan yang baik

Senin, 21 Januari 2013

Twitter Matter

Gue baru tau, sebuah akun di twitter yang followers-nya sampai berapa ratus k itu ternyata beneran akun provokator ya, which means mereka dibayar buat ngetwit fitnah2 tentang politik gitu (read: @TrioMacan2000). Gue sih memang kurang suka jenis-jenis twit yg begituan, maksudnya isi omongannya itu banyak negatifnya, ga enak dicerna di mata, hati dan pikiran, makanya gue nggak follow. Pernah sekali follow akunnya seorang wartawan, yang kerennya dibilang citizen journalist, yang semacam aktivis pembela rakyat, terus dia bicara politik dan keburukan di pemerintahan Indonesia yang menurut gue terlalu menyudutkan salah satu pihak. Dan dia berkoar-koar tanpa henti di timeline gue. Akhirnya gue unfollow.

Hikmah yang bisa diambil dari dunia per-twitter-an adalah ketika semua orang bisa berbicara dan mempengaruhi pikiran orang lain melalui kata-katanya, kita sebagai penerima informasi harus lebih bijaksana untuk memilih siapa yang harus difollow. Sebelum zaman twitter kayak sekarang ini, orang-orang banyak dipengaruhi oleh buku yang ia baca. Pikiran seseorang banyak dipengaruhi oleh cara berpikir si pengarang buku. Nah, kalau zaman sekarang ya hampir sama saja, twitter bisa mempengaruhi cara berpikir kita. Sayangnya kelemahan twitter adalah, yang bisa berbicara di sana adalah semua orang. Kita nggak tahu siapa orang itu secara nyata, cuma lewat bio singkat. Dan bagaimana mungkin kita mempercayai omongan dari orang yang gak kita kenal? Kalau di buku itu kan ada halaman biografi penulis, dari situ kita bisa mengenal pengarang buku tersebut. dan itu menjadi salah satu pertimbangan kita dalam mengambil keputusan untuk membaca buku tersebut atau tidak. Dan biasanya kalau kita googling nama pengarang buku tersebut juga ada biografinya. Buku-buku yang disajikan di toko buku adalah buku yang sudah mengalami proses penyuntingan (editorial), serta tercetak ISBN nya yang berarti sudah lolos standar, atau layak baca. Nah, bagaimana dengan standar kelayakan di twitter? 

Memang itu semua kembali kepada hak kita untuk mem-follow siapa pun yang kita suka, tapi ada baiknya kalo kita juga tidak mengikuti arus, mainstream, ikut-ikutan follow gara-gara temen-temen kalian pada ngefollow, atau gara-gara orang-orang keren pada ngefollow. Padahal dalam agama Islam kita dianjurkan untuk punya sikap sendiri. Ikut-ikutan dalam hal kebaikan sangat dianjurkan. Namun dalam hal tidak ada kebaikan di muka bumi ini, apakah kita juga harus ikut-ikutan tidak baik? Maka dari itu, Islam mengajarkan kita untuk punya suatu sikap, yang prinsip. Di saat orang-orang di sekitar kita bersikap baik kita pun bersikap baik, dan jika di sekitar kita bersikap buruk, kita pun harus tetap bersikap baik. Begitu pun kalo diterapkan di dunia pertwitteran, followlah akun yang kita kenal (tahu) bukan karena banyak temanmu yang memfollow akun tersebut, tapi karena kita setuju dengan attitude akun tersebut di twitter dan jangan ragu untuk unfollow jika memang gak suka. Dan fyi, gue unfollow akun twitter @sudjiwo_tedjo karena dia nulis sesuatu yang, menurut gue, tidak santun.

IFRS di Indonesia


IFRS di Indonesia
Oleh: Alin Tamanna Rahmani
1I/103060017590

International Financial Reporting Standard (IFRS)

Setiap negara memiliki prinsip-prinsip dan prosedur akuntansi yang berbeda dalam rangka menyusun laporan keuangan di masing-masing negara. Perbedaan dalam penyusunan laporan keuangan di tiap negara tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kompleks dan saling terkait, misalnya dalam hal politik, ekonomi, sosial, budaya, sejarah, hukum, dll. Masing-masing negara tentunya memiliki kondisi yang berbeda-beda terkait faktor-faktor tersebut. Namun secara teoritis, pengembangan sebuah standar akuntansi internasional adalah memungkinkan di tengah-tengah adanya perbedaan tersebut. Sampai saat ini terdapat lima teori akuntansi yang dikembangkan oleh para ilmuwan akuntansi antara lain: (1) teori universal, (2) multinasional, (3) teori komparatif, (4) teori transaksi-transaksi internasional, dan (5) teori tranlasi.

Dalam hal ini, untuk menyelesaikan dan mendamaikan perbedaan dalam standar akuntansi di setiap negara serta merintis terbentuknya standar akuntansi yang kelak berlaku secara universal, maka diterbitkanlah IAS (International Accounting Standard)  pada tahun 1974, setelah satu tahun dibentuknya IASC (International Accounting Standard Committee) pada tahun 1973.

International Financial Reporting Standard (IFRS) adalah sebuah standar yang kerangka dan interpretasinya diadopsi oleh Accounting Standard Board (IASB). Adapun standar yang membentuk bagian dari IFRS yang telah dikenal terlebih dahulu adalah International Accounting Standard (IAS) yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Committee (IASC). Pada tanggal 1 April 2001, IASB mengambil alih tanggung jawab untuk menetapkan standar akuntansi internasional dan kemudian terus mengembangkan IFRS menuju IFRS baru.

IFRS merupakan standar pelaporan keuangan internasional yang menjadi rujukan atau sumber konvergensi bagi standar-standar akuntansi negara-negara di dunia, termasuk standar akuntansi keuangan di Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) telah melakukan konvergensi mulai tahun 2009 dan diharapkan akan selesai tahun 2012. Selain IFRS, sumber konvergensi adalah International Accounting Standard (IAS).

IFRS diterbitkan dan dikelola oleh IASB (International Accounting Standard Board), sebuah dewan standar independen yang berbasis di London. IASB yang terbentuknya didahului oleh IASC adalah hasil dari penyertaan dan keterlibatan badan-badan akuntansi dari berbagai negara, antara lain: Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Britania Raya, Irlandia, dan Amerika. Badan-badan ini merupakan dewan IASC pada saat itu. Mereka merupakan bagian dari IFAC sebagai organisasi induk IASC. Pada tahun 1999, setelah melakukan proses peninjauan kembali selama dua tahun, dewan IASC menyetujui rencana restrukturasi dalam tubuh IASC. Menurut ketentuan restrukturisasi, dewan IASC akan menjadi sebuah entitas yang terpisah dari induknya dan akan menjadi entitas non profit yang diatur oleh para wali. IASC akan melakukan pendanaan terhadap IASB, yang pada gilirannya akan bertanggung jawab untuk teknis agenda pengembangan dan persetujuan IFRS baru.

IFRS digunakan di banyak bagian dunia, termasuk Uni Eropa, Hong Kong, Australia, Malaysia, Pakistan, negara-negara GCC, Rusia, Afrika Selatan, Singapura, dan Turki. Sejak 27 Agustus 2008, lebih dari 113 negara di seluruh dunia, termasuk di seluruh Eropa saat ini membutuhkan atau mengizinkan pelaporan berdasarkan IFRS. Sekitar 85 negara membutuhkan pelaporan IFRS untuk semua perusahaan domestik yang terdaftar. Sedangkan di Indonesia sendiri IFRS baru akan diadopsi mulai tahun 2012 mendatang.

Struktur IFRS

IFRS dianggap sebagai kumpulan standar “dasar prinsip” yang kemudian menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu. Standar laporan keuangan internasional mencakup:

  1. International Financial Reporting Standard (IFRS), yaitu peraturan-peraturan standar laporan keuangan internasional yang diterbitkan setelah tahun 2001
  2. International Accounting Standard (IAS), yaitu peraturan-peraturan standar akuntansi internasional yang dikeluarkan sebelum tahun 2001
  3. Interpretasi yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC), yaitu komite interpretasi laporan keuangan internasional yang dikeluarkan setelah tahun 2001
  4. Interpretasi yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) sebelum tahun 2001
  5. Kerangka Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan

Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan, dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan.

Berikut menurut Frederick D. S. Choi dan Gary K. Meek dalam bukunya International Accounting 5th Edition 2005, beberapa contoh perlakuan-perlakuan akuntansi yang berbeda disebabkan oleh adanya penggunaan standar yang berbeda:

  1. Standar akuntansi di Inggris Raya memperbolehkan perusahaan menggunakan penilai untuk menentukan nilai pasar wajar atas aset tetapnya, dan hal tersebut tidak boleh dilakukan di Amerika.
  2. Standar akuntansi di Meksiko memperbolehkan perusahaan untuk menyesuaikan nilai persediaannya terhadap laju inflasi, dan kebanyakan negara lain melarang hal tersebut.
  3. Standar akuntansi di Amerika Serikat memperbolehkan goodwill dikapitalisasi dan dijadikan beban hanya jika goodwill tersebut mengalami penurunan nilai, sedangkan di beberapa negara lain goodwill dapat disusutkan dengan periode yang berbeda-beda.
  4. Standar akuntansi di beberapa negara pemberian fasilitas kepada pekerja semisal fasilitas kesehatan boleh diakui sebagai kewajiban, sedangkan di negara lain hal tersebut baru diakui ketika fasilitas tersebut dibayarkan.
  5. Standar akuntansi di beberapa negara lebih mementingkan pengakuan pendapatan dengan menggunakan basis kas dan bukan dengan basis akrual.

Untuk mencegah timbulnya permasalahan-permasalahan yang diakibatkan oleh adanya perbedaan dalam standar akuntansi yang digunakan oleh berbagai negara, Dewan Komite Standar Akuntansi Internasional (Board of  IASC) yang didirikan pada tahun 1973 mengeluarkan standar akuntansi internasional (IAS) yang kemudian diikuti dengan interpretasi tentang IAS dalam bentuk SIC (Standing Interpretations Committee).

Tujuan keseluruhan adalah untuk menciptakan guna standar akuntansi di masa mendatang yang berbasis prinsip, konsisten secara internal, dan diterima secara internasional.

IFRS di Indonesia

  1. Tidak ada standar akuntansi yang dipakai di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.
  2. Sampai tahun 1955 Indonesia belum mempunyai undang-undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.
  3. Pada tahun 1974 Indonesia mengikuti standar akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan Prinsip Akuntansi.
  4. Pada tahun 1984 Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar akuntansi.
  5. Pada akhir tahun 1984 Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC.
  6. Sejak tahun 1994 IAI sudah berkomitmen mengikuti IASC / IFRS.
  7. Pada tahun 2008 diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan.
  8. Pada tahun 2012 mendatang apakah Indonesia akan mengikuti IFRS sepenuhnya?

Di Indonesia laporan keuangan yang disampaikan kepada Bapepam (Badan Pengembangan Pasar Modal) wajib disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan praktik akuntansi yang lazim berlaku di pasar modal. Selain itu, tanpa mengurangi ketentuan yang ada Bapepam berwenang menetapkan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. Dalam penyusunan PSAK, IAI mengacu pada IAS / IFRS dengan tetap mempertimbangkan faktor lingkungan usaha yang ada. Harmonisasi PSAK dengan IAS terus dilakukan dalam upaya mendukung program harmonisasi yang diprakarsai oleh IASB. Terkait dengan hal pengembangan suatu standar akuntansi dikarenakan adanya tuntutan perkembangan dunia usaha di Indonesia yang belum diatur dalam IAS atau tidak dapat diadopsi untuk kondisi di Indonesia, pengadopsian IFRS di banyak negara mengikuti pola yang berbeda tanpa melihat apakah negara tersebut mengikuti Code Law atau Anglo Saxon Accounting. Untuk negara tertentu seperti Inggris pengaruh IFRS tidak terlalu besar. Namun, untuk negara-negara lain akan terjadi pengaruh yang sangat besar.

Sumber:

Minggu, 20 Januari 2013

Bulan

Bulan abu-abu di layar tampaknya malu-malu
Selamat malam, Bulan
Bulan dalam genggaman tangan Gru
Rembulan dalam cangkir capuccino Alina
Bulan purnama yang menjemput Putri Kaguya
The curved moon behind my door




Sabtu, 19 Januari 2013

Berpikir


Waktu kecil sampai remaja, kita melakukan hal ini dan itu (apa) karena disuruh dan juga meniru. Wajar, karena kita belum bisa mencari informasi, belum mampu mencapai tahap berpikir secara terbuka dan kritis. Namun ketika kita mulai menuju kedewasaan, mulai dibiarkan dan dibiasakan untuk mencari informasi seluas-luasnya, dalam melakukan hal ini dan itu (apa) diperlukan pertanyaan kenapa. Kenapa kita harus makan? Bukan hanya karena kita lapar. Tapi karena untuk menjaga organ-organ tubuh kita agar tetap bekerja secara baik, agar sel-sel dapat melakukan fungsi biologisnya. Dan ketika kita tahu bahwa itulah alasan kenapa kita harus makan, maka akan timbul suatu kesadaran untuk melakukan hal ini: makan. Kemudian kita akan kembali berpikir, bagaimana makan yang benar? Karena pada hakikatnya manusia berpikir (cogito ergo sum) menggunakan naluri dasar filsafat kita: mencari kebenaran. Maka kemudian kita kembali mencari informasi dan timbul kesadaran baru untuk (melakukan) makan yang benar, misalnya makan 3 kali sehari, 4 sehat 5 sempurna, dll. Begitulah tahap berpikir manusia. Socrates yang terkenal dengan maieutike tekhne, berpikir melalui dialektika dan metode interpretatio fraterna.

Rindu


Di antara terik dan temaram ada rindu yang melebur pada senja. Aku saja.

Pencapaian Indonesia dalam Pemberantasan Korupsi

Reportase
Oleh: Alin Tamanna Rahmani

SEMINAR ANTI KORUPSI “MENUJU TERCIPTANYA ABDI NEGARA YANG BAIK DAN BERSIH, BEBAS DARI KORUPSI!”

Seminar Anti Korupsi yang digelar oleh BEM STAN dan SPEAK STAN (Spesialisasi Anti Korupsi STAN) pada hari Sabtu, 15 Desember 2012 ini merupakan bagian dari rangkaian acara SANY: Speak Anniversary 6th bertempat di gedung G Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dengan mengusung tema “Menuju terciptanya abdi negara yang baik dan bersih, bebas dari korupsi!” yang menghadirkan 2 orang pembicara, yaitu Prof. Denny Indrayana, S.H., LL.M, Ph.D sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM RI dan Wuryono Prakosa dari KPK RI. Peserta seminar adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, serta mahasiswa dari Forum Komunikasi Mahasiswa Kedinasan dengan moderator Bang Zega yang merupakan dosen terfavorit di STAN.