Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Mei 2013
Minggu, 20 Januari 2013
Bulan
Bulan abu-abu di layar tampaknya malu-malu
Selamat malam, Bulan
Bulan dalam genggaman tangan Gru
Rembulan dalam cangkir capuccino Alina
Bulan purnama yang menjemput Putri Kaguya
The curved moon behind my door
Sabtu, 06 Oktober 2012
Puisi Agus Noor
Ada yang Lebih Tabah dari Hujan Bulan Juni
: SDD
Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, ialah ia, yang terus mencintaimu, meski kau tak pernah menyadari, dan selalu berjaga dalam kesedihan dan kebahagiaanmu
Ialah yang menggeletar dalam doa-doamu, tanpa pernah kau menyadari, dan kau pun tentram karena merasa ada yang selalu menjagamuTanpa pernah kau menyadari, ia diam-diam menjelma bayanganmu, hingga bahkan pun dalam sunyi kau tak lagi merasa sendiri.
Ia, yang sungguh lebih tabah dari hujan bulan Juni, selalu berbisik lembut di telingamu, meski kau tak pernah menyadari, dan seluruh kenanganmu menjadi hangat dalam ingatanSaat kau terisak menahan tangis, ia yang lebih bijak dari bulan Juni, merasuk ke dalam dadamu yang disesaki duka, hingga kau semakin memahami: betapa airmata mencintai orang yang paling dicintainya dengan cara menjatuhkan diri
Ia jugalah yang menyelusup ke paru-parumu, tanpa sekali pun pernah kau menyadari, ketika kau mendadak tersengal oleh entah apa, dan segalanya tiba-tiba saja menjadi terasa legaKetika senja, ia yang lebih arif dari bulan Juni, tanpa pernah kau menyadari, meruapkan hangat ke dalam teh yang tengah kau nikmati pelan-pelan, hinga kau merasakan sore begitu damai dan menentramkan
Ia jualah yang terus duduk di sampingmu, tanpa pernah kau menyadari, menemanimu dengan sabar memandangi cahaya senja yang perlahan memudar, dan kau bersyukur pada segala yang sebentarDan ketika kau tidur, ia yang lebih arif dari bulan Juni, tak lelah berjaga: dihapusnya debu kecemasan yang berguguran dalam mimpimu
Ada yang jauh lebih tabah dari hujan bulan Juni, lebih bijak, dan lebih arif, tetapi kau tak pernah menyadari, meski selalu ada di kesedihan dan kebahagiaanmu, karena ia tak henti-henti mencintaimu
2010
Jumat, 05 Oktober 2012
Sajak Telur
Dalam setiap telur semoga ada burung dalam setiap burung
semoga ada engkau dalam setiap engkau
semoga ada yang senantiasa terbang menembus silau matahari memecah udara dingin
memuncak ke lengkung langit menukik melintas sungai
merindukan telur
("Sajak Telur", Sapardi Djoko Damono, 1982)
Puisi Persahabatan
Puisi Persahabatan
:untuk semua manusia
yang menemukan persahabatan
Ada perihal yang kau sebut persahabatan
Ialah ketika kau sadar bahwa jauh darinya seperti menunggu
musim semi yang tak kunjung tiba,
Sementara hanya beralih musim dingin ke musim gugur, dan ke
musim panas tanpa kau temukan penawar kerinduan,
Dan kau akan selalu mengingat sosoknya yang istimewa,
Menyusul satu tawa yang kau lepas seperti ketika melihat
semburat pelangi yang sembunyi di lipatan langit, di sela-sela rinai hujan yang
menyerah,
Dia, sahabatmu adalah keindahan yang membuatmu selalu
tersenyum setiap kali kau menemukannya.
Kau bahkan dibiarkannya tak tahu siapa yang menitipkan
kebaikan-kebaikan kecil untukmu lewat Tuhan,
karena sahabat adalah ruang ketulusan yang tak terbatas oleh
jarak dan waktu.
Dan sahabat adalah yang kau definisikan sebagai rasa sayang
Yang telah menyentuh hati dan membukanya agar tercipta
perubahan dalam caramu menjalani kehidupan.
Dialah sahabat yang dikirim Tuhan untukmu
Sahabat yang membagi semangat, yang bersamamu membangun
tembok ketegaran yang tak pernah selesai.
April 2011, persahabatan
adalah kerinduan, keindahan, kebaikan, ketulusan, rasa sayang, dan ketegaran..
**buah karya Alin Tamanna Rahmani
Kamis, 04 Oktober 2012
Romance (1829)
Romance, who loves to nod and sing,
With drowsy head and folded wing,
Among the green leaves as they shake
Far down within some shadowy lake,
To me a painted paroquet
Hath been –a most familiar bird –
Taught me my alphabet to say –
To lisp my earliest words
While in the wild wood I did lie,
A child –with a most knowing eye.
Of late, eternal Condor years
So shake the very Heaven on high
With tumult as they thunder by,
I have no time for idle cares
Through gazing on the unquiet sky,
And when an hour with calmer wings
Its down upon my spirit flings—
That little time with lyre and rhyme
To while away—forbidden things!
My heart would feel to be a crime
Unless it trembled with the strings.
Edgar Allan Poe
(American author)
Langganan:
Postingan (Atom)
